Sisi Bijak Naruto Yang Bisa Kita Petik Hikmahnya

Sisi Bijak Naruto Yang Bisa Kita Petik Hikmahnya

Sisi bijak Naruto sebagai sebuah film kartun asal Jepang ternyata bukan hanya sebagai sekedar hiburan, melainkan banyak juga pesan moralnya. Sepertinya bagi kalangan anak muda khususnya milenial, hampir gak mungkin ada siapapun yang belum mengenal anime Naruto karena begitu terkenal.

Serial anime Naruto mengisahkan seorang anak yang sering mendapat rundungan dan dijauhi oleh temannya sejak ia dulunya masih kecil. Beranjak remaja, Naruto masih tetap terkucilkan dan kesulitan punya teman, apalagi seorang sahabat, sebab seluruh penduduk desa takut terhadapnya.

Sisi Bijak Naruto Yang Bisa Kita Petik Hikmahnya1

Ketakutan tersebut bukannya tanpa alasan, melainkan karena warga desa Konoha khawatir suatu saat siluman rubah ekor sembilan akan bangkit kembali. Monster berkekuatan besar dan mengerikan itu tersegel dalam tubuh mungil Naruto, tertidur pulas menunggu kebangkitannya suatu hari nanti ke dunia nyata.

Terkadang film kartun Naruto bisa menjadi sangat menyebalkan, pasalnya ia seringkali menampilkan episode berbentuk filler sehingga membuat penggemarnya gusar. Terlepas dari itu, Naruto tetap menyenangkan untuk kita tonton karena menyuguhkan nilai persahabatan, percintaan remaja, hingga aksi pertempuran fluid.

Uzumaki Naruto si karakter utama serial tersebut tidak pernah membenci para penduduk desa meskipun mereka menjauhinya dan meremehkannya. Berkat kerasnya kehidupan dari sejak kecil, Naruto tumbuh menjadi sosok bijaksana yang mampu membuat siapapun terberkati oleh perkataannya.

Sisi Bijak Naruto Penuh Kata Mutiara Buat Penontonnya

Sisi Bijak Naruto

Memasuki ulang tahun animenya, kami akan coba mengulas apa saja sisi bijak Naruto yang bisa kita petik hikmahnya bagi pemirsa. Sekalian bisa juga kita comot untuk jadi ajang pamer kata mutiara di ranah sosmed Instagram dan membuat teman kalian terkagum – kagum.

Naruto memiliki kepedulian tinggi kepada orang di sekitarnya, bahkan tidak segan mempertaruhkan nyawanya demi menolong mereka dan menyelamatkan nyawanya. Menurut doi, seseorang yang gagal menolong temannya tidaklah pantas menjadi Hokage sang pemimpin desa tertinggi karena tidak punya nyali besar.

Sebagai seseorang yang bercita – cita menjadi seorang Hokage, Naruto terbiasa bersikap jujur, apa adanya, dan bahkan sering kebablasan karenanya. Ia benci dengan orang yang hobinya menipu diri sendiri dan menganggap semuanya akan baik – baik saja, karena itu berarti tandanya naif.

Sasuke harusnya merasa bersyukur jauh dalam lubuk hatinya, sebab ia memiliki sahabat sejati melebihi saudara seperti Naruto perduli terhadapnya. Naruto begitu menyayangi Sasuke sebagai rival sekaligus teman seperjuangannya, melebihi Itachi yang notabenenya merupakan kakak  kandungnya Uchiha Sasuke.

Naruto berkali – kali gagal membujuk Sasuke untuk kembali ke jalan yang benar dan pulang bersama menuju kampung halamannya. Walau bagaimanapun rintangan dan hambatan menghadang, Naruto selalu melangkah maju dan bertekad menjemput Sasuke meski ia harus berkorban nyawa berharganya.

Naruto Mewujudkan Cita-citanya Menjadi Kepala Desa Hokage

Naruto Mewujudkan Cita-citanya Menjadi Kepala Desa Hokage

Naruto dan tokoh Joker dalam film besutan studio DC Comics berbeda dengan pixar dan disney ternyata mengejutkan sekali karena punya sebuah persamaan mendalam di antaranya. Mereka sama – sama punya semangat kuat dan besar demi mewujudkan cita-cita nya setinggi langit, hanya saja Joker salah jalan tidak seperti Naruto.

Naruto juga mengajarkan bahwa kita tidak boleh menambah jumlah musuh dalam hidup kita yang sifatnya cuma sementara di dunia. Carilah teman sebanyak mungkin, karena ia suatu hari akan mengangkatmu dari neraka dunia fana yang mengerikan bernama kesepian.

Perbedaan terbesar antara Naruto dan Joker yaitu ia membenci pertarungan dan perkelahian meskipun terbukti jenius dan sangat piawai bertempur. Ia sebisa mungkin mencoba berunding dan berbicara dari hati ke hati kepada setiap musuhnya sampai akhirnya tersadarkan dan bertobat.

Jangan sesekali kalian berpikir untuk menyerah dan memasrahkan diri terhadap takdir maupun nasib buruk dalam hidup kita karena berarti pecundang. Takdir seorang manusia memang telah digariskan semenjak ia dilahirkan ke dunia fana, namun itu dapat diubah dengan kerja keras sampai mampu mengalahkan takdir.

Naruto terkenal akan sifatnya yang keras kepala, namun meskipun awalnya ia dibenci karena hal tersebut, lambat laun orang simpati terhadapnya. Hal itu bisa berubah dikarenakan ia konsisten dan tidak pernah berkompromi terhadap prinsip hidup yang ia pegang.

Categories:

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *