Film Anime Ghibli Tersedih Sepanjang Sepak Terjangnya Di Dunia

Film Anime Ghibli Tersedih Sepanjang Sepak Terjangnya Di Dunia

Film Anime Ghibli pada awal berdirinya paling senang menyajikan tayangan bertema sedih yang selalu berhasil membuat air mata jatuh berlinangan. Studio Ghibli saat ini mempunyai reputasi besar berkenaan dengan banyaknya judul anime garapan para animator handal mereka. Masyarakat lokal mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, banyak sekali kepincut sehingga menjadi penggemar setia Ghibli yang memang membuat banyak karakter yang ikonik.

Setiap kali film baru pre-launching, dalam tempo singkat  ia selalu berhasil mencapai puncak ketenaran. Berkat keuletan serta konsistensi dari gaya story telling hingga drawing style khas mereka, semuanya membuat brand Ghibli layak diperhitungkan. Sejumlah kompetitor perusahaan anime raksasa di Jepang pun mengakui terang-terangan akan kepiawaian Ghibli bermain pada ranah ciptaan otentik kepunyaannya.

Film Anime Ghibli Bertema Sedih Selalu Sukses Menuai Banjir Air Mata

Film Anime Ghibli Tersedih Sepanjang Sepak Terjangnya Di Dunia

Kalau ada keunikan yang menjadi sumber kekuatan studio Ghibli, maka kemampuan mengolah cerita haruslah masuk dalam daftar pertimbangan. Banyak pihak terkagum-kagum betapa film Anime Ghibli mampu mengangkat suatu topik ringan menjadi sebuah maha karya sepanjang masa alias timeless.

Sebagai catatan tambahan, studio nyentrik ini kerap kali berani menabrak standar anime Jepang mainstream kebanyakan. Perusahaan lain cenderung bermain aman, terlihat ketika mengusung tema selalu penuh keceriaan, semangat berapi-api, atau aura serba positif tumpah ruah. Sementara itu, Ghibli malah nekat menghidupi moto kerja ‘break the rules’ dengan menyuguhkan sajian serba menguras air mata. Berikut ini adalah ulasan singkat mengenai film anime Ghibli tersedih paling terkenal di dunia.

  1. Grave Of The Fireflies

Grave Of The Fireflies

Apa bisa kalian berempati terhadap kengerian mencekam menyelimuti sekujur tubuh, seandainya lahir saat perang dunia belum juga usai? Sebagai generasi milenial yang hidup serba mudah, belum tentu kita sanggup menghadapi tekanan mental lahir batin pasca peperangan berlangsung. Grave Of The Fireflies mencoba untuk menggambarkan segala macam perasaan campur aduk tersebut sembari mengajak penonton memunculkan jiwa empati.

Pada menit pertama film bermula, hiduplah dua anak saling berhubungan darah memperjuangkan bagaimana cara melalui keseharian padahal perang tengah berkecamuk. Sebagai seorang kakak, muncul perasaan tanggung jawab penuh terhadap masa depan adik kecil semata wayangnya. Sambil berusaha bertahan hidup seorang diri, ia juga mesti ekstra hati-hati menjaga keselamatan sang adik.

  1. My Neighbor Totoro

My Neighbor Totoro

My Neighbor Totoro pernah masuk hall of fame nya kumpulan anime bergengsi asal Jepang. Prestasinya pun membanggakan, sebab saat itu Ghibli berhasil mengangkat film ini menaiki tangga box office nasional. Jika mengaku sebagai fans garis keras studio Ghibli, pastinya kamu semua tidak mungkin melewatkan menonton anime legendaris tersebut.

My Neighbor Totoro memulai cerita dengan kemunculan dua anak perempuan lucu nan imut sedang dalam petualangan menuju suatu desa. Tujuannya memang agak klise, yaitu berusaha menguak misteri keberadaan Ibu mereka yang kabarnya tinggal di desa tersebut.

Kesulitan menempuh medan perjalanan, suatu hari roh penunggu hutan belantara menjadi iba melihatnya sehingga menemani mereka sepanjang kisah. Titik utama kekuatan film ini terdapat dari sisi jenaka serta kepolosan dunia anak-anak yang coba Ghibli tampilkan.

  1. Spirited Away

Spirited Away

Pernahkah kalian melihat studio animasi Hollywood tertarik menggelontorkan dana demi sebuah anime Jepang? Itulah hebatnya Ghibli, persistensinya berhasil membuat perusahaan film kartun Walt Disney asal Amerika Serikat jatuh cinta terhadap Spirited Away. Film ini juga menjadi salah satu tonggak utama serta merupakan titik balik melesatnya kemajuan Ghibli menuju kategori perusahaan raksasa.

Alkisah, tokoh utama seorang anak perempuan imut dan polos bernama Chichiyo entah bagaimana tersesat di alam lain tempat roh bersemayam. Meskipun sempat kebingungan, ia tetap mampu mengontrol emosi serta rasa takutnya sembari mencari jalan keluar agar kembali ke dunia fana.

Setelah melalui berbagai penelusuran, terkuaklah misi penting Chichiyo yaitu mengembalikan wujud orangtuanya karena menerima kutukan jadi dua ekor babi. Usut punya usut, creator Spirited Away menyelipkan pesan berupa kritik terselubung terhadap pemerintahan Jepang akibat kehancuran oleh krisis perekonomian.

Kurang lebih, semua anime barusan merupakan masterpiece yang pantas mendapat ganjaran sebagai life time achievement produksi studio Ghibli. Bukan sekedar menggugah hati karena kesedihannya, namun film anime Ghibli sarat akan pesan moral serta ilmu filosofis.

Categories:

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *